Tela’ah terhadap Sinkronisasi Kurikulum Nasional dan Daerah dalam Konteks Otonomi Pendidikan
Keywords:
Sinkronisasi Kurikulum, Otonomi Pendidikan, Desentralisasi, Kebijakan PendidikanAbstract
Telaah ini bertujuan untuk menganalisis keselarasan antara Kurikulum Nasional dan Kurikulum Daerah dalam kerangka otonomi pendidikan di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis dokumen dan kajian literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa sinkronisasi kurikulum masih menghadapi tantangan pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pemerintah pusat menekankan standar nasional, sedangkan daerah berupaya menyesuaikan dengan kebutuhan lokal. Ketidakseimbangan kewenangan sering menyebabkan tumpang tindih kebijakan dan kurangnya fleksibilitas bagi sekolah untuk berinovasi. Penelitian ini menyimpulkan perlunya model kolaboratif antara pusat dan daerah berbasis prinsip subsidiaritas agar kurikulum lebih adaptif dan kontekstual.
Downloads
References
Biesta, G. (2013). The Beautiful Risk of Education. Boulder, CO: Paradigm Publishers.
Cheema, G. S., & Rondinelli, D. A. (2007). Decentralizing Governance: Emerging Concepts and Practices. Washington, DC: Brookings Institution Press.
Darmaningtyas. (2020). Desentralisasi dan Kebijakan Pendidikan di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fajriati. (2024). Implementation of Local Content of Banten Javanese Language in the Independent Curriculum at SDN Kewunen, Serang, Banten. Journal of Education and Local Culture Studies, 12(3), 45–57.
Fullan, M. (2015). The New Meaning of Educational Change. New York: Teachers College Press.
Holt, M., & Marques, P. (2020). Multi-Level Governance in Education Policy: Bridging Global and Local Perspectives. Policy Futures in Education, 18(7), 851–867.
Kaltsum, H., & Habiby, A. (2019). The Implementation of Local Content Curriculum of English for Elementary School in Surakarta. Journal of Basic Education Research, 7(2), 112–123.
Kartowagiran, B., & Hadi, S. (2019). Instrument Development to Evaluate Local Curriculum Implementation. Journal of Education Evaluation, 5(1), 1–10.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. London: Sage Publications.
Mulyasa, E. (2021). Kurikulum Merdeka dan Implementasi Pembelajaran di Era Digital. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurdin, S. (2022). Otonomi Pendidikan dan Tantangan Keadilan Kurikulum di Indonesia. Jurnal Pendidikan Nasional, 7(1), 45–58.
Ramli, R. (2025). Integrating Local Knowledge into Higher Education: Lessons from Aceh. MDPI Education Studies, 18(2), 233–245.
Sahlberg, P. (2016). The Global Educational Reform Movement and Its Impact on Curriculum Change. European Journal of Education, 51(1), 56–70.
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suparman, M. A. (2012). Desain Instruksional Modern. Jakarta: Erlangga.
Sulianto, J., Purnamasari, V., & Febriarianto, B. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Think-Pair-Share terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V (Lima) Materi Organ Tubuh Manusia dan Hewan. Internasional Journal of Elementary Education, 3(2), 124–131.
Suyatno. (2019). Rekonstruksi Kurikulum Nasional dan Lokal dalam Pendidikan Dasar. Jakarta: Rajawali Pers.
Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-Tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. Jakarta: Grasindo.
Ulpah, S., Arifin, N., & Suryani, D. (2024). Introducing Regional Culture: Analysis of Curriculum Management with Local Content of Banyumasan Culture at Elementary School in Indonesia. Indonesian Journal of Curriculum Development, 9(1), 77–89.
Wahyuni, I., Slameto, & Setyaningtyas, E. W. (2018). Penerapan Model PBL Berbantuan Role Playing untuk Meningkatan Motivasi dan Hasil Belajar IPS. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 2(4), 356–363.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Syarifah Normawati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





