Sosialisasi Bahaya Radikalisme dan Ekstrimisme Agama: Menanamkan Nilai-Nilai Islam Wasathiyah di Kalangan Pemuda Desa Pulau Lalang, Kecamatan Singkep Selatan
Keywords:
Radikalisme, Ekstrimisme Agama, Islam Wasathiyah, Moderasi BeragamaAbstract
Radikalisme dan ekstrimisme agama masih menjadi ancaman nyata bagi generasi muda di Indonesia, terutama pemuda yang rentan terhadap infiltrasi ideologi radikal melalui media sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pemuda Desa Pulau Lalang, Kecamatan Singkep Selatan, mengenai bahaya radikalisme serta pentingnya menanamkan nilai-nilai Islam wasathiyah (moderasi beragama). Metode pelaksanaan menggunakan sosialisasi partisipatif dengan melibatkan 40 pemuda berusia 16–25 tahun, didukung oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat desa. Kegiatan dikemas dalam bentuk diskusi kelompok, simulasi kasus, dan refleksi bersama. Hasil pre–post test menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 28%, terutama dalam aspek mengenali ciri-ciri radikalisme, memahami prinsip Islam wasathiyah, dan menjaga harmoni sosial. Peserta menyatakan komitmen untuk menolak radikalisme serta mengedepankan sikap moderat dan toleran. Dengan demikian, sosialisasi ini efektif sebagai langkah awal membentuk budaya damai dan beretika di kalangan pemuda desa.
Downloads
References
Budiman, A., Al-afghani, M. T., & Sansayto, M. A. (2024). Menanggulangi Ekstremisme Melalui Pendidikan Agama: Strategi untuk Mendorong Moderasi Di Sekolah. AKSIOLOGI: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 4(2), 31–43.
Bunda, R. H., Hardianto, Aida, W., & Rahayu, P. (2025). SOSIALISASI PENDIDIKAN DEMOKRASI TERKAIT PENGAWASAN PARTISIPATIF DI SMAN 2 RAMBAH. Mejuajua: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 5(1), 140–147.
Hasyim, F., & Junaidi. (2023). Penguatan Moderasi Beragama sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi Pelajar di Karesidenan Surakarta. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 6(1), 1–12.
Mitra, M., Irvando, S., Maulana, M. H., Hapsah, Z. F., Hasibuan, D. V. N., Widya, A., & Ardianti, S. (2025). Peran Kuliah Kerja Nyata dalam Penguatan Moderasi Beragama di Tingkat Desa. Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4(4), 115–132.
Primarni, A., & Aminah, S. (2024). Pendidikan Islam dan Tantangan Kontemporer: Strategi Mengatasi Radikalisme dan Ekstremisme Melalui Pendidikan Holistik. Jurnal Dirosah Islamiyah, 6(1), 56–69.
Redaksi PAKAR. (2024). BNPT Catat Peningkatan Radikalisasi, Remaja-Perempuan Target Tertinggi. PAKAR: Pusat Kajian Radikalisme Dan Deradikalisasi. https://www.radicalismstudies.org/20808/2024/06/news/media-highlight-pakar/bnpt-catat-peningkatan-radikalisasi-remaja-perempuan-target-tertinggi.html
Sani, M. R. (2023). Kemenag: Perpres 58/2023 Wujudkan Moderasi Beragama Kian Kuat dan Kolaboratif. Kementerian Agama Republik Indonesia. https://kemenag.go.id/nasional/kemenag-perpres-58-2023-wujudkan-moderasi-beragama-kian-kuat-dan-kolaboratif-yUoWM
Sinambela, N. M. (2024). BNPT-Kemkomdigi “take down” 180.954 konten radikalisme di media sosial. ANTARA: Kantor Berita Indonesia. BNPT-Kemkomdigi %22take down%22 180.954 konten radikalisme di media sosial
Suma, I. M. M., Palinoan, F. F., Tandiangga, P., & Tangkeliku, A. S. (2025). Implementasi Moderasi Beragama sebagai Strategi Membangun Kesadaran Toleransi Generasi Muda. Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(3), 561–573.
Wiryono, S., & Santosa, B. (2024). BNPT Temukan 180.954 Konten Radikalisme di Medsos, Terafiliasi ISIS, JAD, HTI dan JAT. Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2024/12/23/15114411/bnpt-temukan-180954-konten-radikalisme-di-medsos-terafiliasi-isis-jad-hti





